Tampilkan postingan dengan label Ti Lar So. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ti Lar So. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Sajak Sepetak Sawah

Masihkah terselip riang di retak kerontang ketika mimpi tak lagi luang menimang petang?

Ia mesti pulangkan setiap ayunan cangkul pada matahari dan hujan, agar leleh peluhnya yang kembali sigap menangkap larik-larik terik hingga datang seorang berkebaya usia baya setia menenteng pengusir lapar dan dahaga. Lalu ia bergegas mengusir lumpur di kaki dan tangan dengan genangan air yang tak mengalir dekat pematang. Olah tanah harus disegerakan sebelum musim berubah perangai, dan benih-benih nafas keluarga tak boleh tertunda ditanam.

Bulan kemudian mengeriting menunggui masa-masa genting. Kemana kelak bulir-bulir hendak menggilir deretan hari di penanggalan. Meski ia telah terbiasa, namun di tengah nilai yang terengah, segala yang mendesak membuat ia terengah-engah.

Seperti yang sudah-sudah, angin selalu beku dan begitu gigil saat musim kawin ketika serangga bersekutu bersama hama dan gulma. Ternyata kantong mesti ditodong lebih lorong agar penawar bisa disebar biarpun terasa hambar.

Telah banyak pertaruhan coba ia tumbuhkan di luas hamparan sebelum dikembalikan kepada Tuhan melalui kesabaran dan tengadah tangan agar setiap bulir padi terisi. Meski akhirnya ia lebih mengalah pada pupuk dan pestisida.

Tasikmalaya, Juni 2010 - Agustus 2012

Kamis, 23 Agustus 2012

Lebaran Penuh Bunga

Untuk lebaran tahun ini, istri saya membeli baju-baju bergambar bunga buat anak-anak kami. Seluruh baju penuh bunga. Anak-anak kami perempuan semua. Perempuan memang paling serasi dengan pakaian bergambar bunga.

Bunga itu indah. Bunga itu penuh warna. Bunga itu indahnya warna-warna. Saya suka sekali melihat anak-anak kami mengenakan baju-baju bergambar bunga dengan warna-warna indah. Mereka terlihat indah.

Istri saya juga memakai baju bergambar bunga pada hari lebaran. Meski bukan baju baru tapi masih bagus, dan istri saya terlihat indah ketika memakainya.

Baju yang saya kenakan di hari lebaran tak bergambar bunga. Kendati baju saya tak bergambar bunga, melihat istri dan anak-anak mengenakan baju bergambar bunga, hati saya pun dimekari bunga.

Tasikmalaya, Agustus 2012